move to www.safira16.tumblr.com
Itu cuma jendela biasa.
Letaknya di ruangan yang berada di depan kamar tidur gue.Itu emang cuma jendela biasa.
Tapi jendela itu punya banyak cerita.
Waktu masa-masa SMP – SMA dulu, Ayam suka jalan-jalan dengan motornya. Tiap malem, dia selalu lewat jalan depan rumah gue. Lalu dia berhenti di depan rumah gue. Di depan jendela itu gue berdiri untuk nyapa dia. Simpel. Gue hanya tersenyum, melambaikan tangan, dan dia membalas lambaian tangan gue, lalu dia pergi lagi.
Sekarang, gue tetap berdiri di depan jendela itu saat nunggu dia jemput gue waktu kita mau pergi bareng. Yup, masih dengan rutinitas yang sama. Tapi sekarang sedikit beda sih. Dia nggak pergi; dan gue segera lari-lari turun tangga buat dibonceng dia naik motor.
Di ruangan tempat jendela itu berada, terdapat sebuah meja kerja dengan komputer. Waktu SMP, gue sering ngerjain tugas di situ. Dan di bawah jendela itu, nenek gue selalu nemenin gue bikin tugas sampai tertidur. Sekarang, dia udah di surga.
Tiap kali langit hujan, gue selalu ‘nonton’ hujan dari jendela itu.
Saat gue dan temen-temen gue begadang bikin business plan, jendela itu menjadi pintu bagi udara malam yang sejuk, yang bikin kita ngerasa adem. Kita suka berdiri di depan jendela itu, hanya untuk sekedar ngeliat langit atau ngeliat rumah-rumah di pemukiman yang padat ini. Cari inspirasi.
Dua orang teman gue, Tia dan Nia, pernah ketiduran di bawah jendela itu saat gue, Yessica dan Indri lagi berdebat soal marketing strategy untuk business plan kita.
Itu cuma jendela biasa.
Letaknya di ruangan yang berada di depan kamar tidur gue.
Itu emang cuma jendela biasa.
Tapi jendela itu punya banyak cerita.
Filed under hitoshi


