Aku tak ingin terus terdiam memandangi harapan
Terlena akan manis cinta dan berujung kecewa
Aku tak ingin terus menunggu sesuatu yang tak pasti
Lebih baik kita menangis dan terluka hari iniYang ku inginkan satu tujuan
Sebuah kenyataan bukan impian
Bukan harapan bukan alasan
Satu kepastian
Deretan kata-kata di atas merupakan potongan lagu Maliq & d’Essentials, judulnya Coba Katakan. Yes, everyone knows. Sebenarnya lagu ini udah cukup lama ada. Hanya saja, pagi ini, lagu itu kembali menjadi soundtrack hidup gue.
Well, gue juga sama seperti orang lain, meemerlukan sebuah kepastian. Kita bisa berada pada jalan yang sama karena kita memiliki tujuan yang sama. Tapi bagaimana kalau tujuan kita beda? Mungkinkah kita bisa sejalan?
Lagu ini juga membuat gue tersadar bahwa harapan, selalu punya dua probability. It will be come true, or it won’t. Lantas, seberapa besar probability yang positif bakalan terjadi? Yang negatif, berapa besar probability-nya untuk terjadi? Kalau ini sesuatu yang measureable, kita bisa prediksi probability-nya. Tetapi, ini berkaitan dengan perasaan manusia, is it something measurable? I never think so.
Sekali lagi,
aku tak ingin terus terdiam memandangi harapan
terlena akan manis cinta dan berujung kecewa
aku tak ingin terus menunggu sesuatu yang tak pasti
lebih baik kita menangis dan terluka hari ini
yang ku inginkan satu tujuan
sebuah kenyataan bukan impian
bukan harapan bukan alasan
satu kepastian

